1. Startup

East Ventures dan Init-6 Suntik Pendanaan Pra-Awal Startup Penyewaan Alat Kantor "Bioma"

Bioma mudahkan pebisnis sewa berbagai jenis aset secara fleksibel untuk mendukung produktivitasnya

Inflasi yang semakin meningkat serta pengurangan subsidi bahan bakar telah membatasi daya beli sejumlah kalangan masyarakat. Hal ini telah menginspirasi beberapa pihak untuk menawarkan layanan atau produk yang mendukung efisiensi. Salah satunya adalah Bioma, sebuah startup Product-as-a-Service yang menawarkan akses kepada pelanggan bisnis untuk menyewa berbagai jenis aset fisik, seperti komputer, tv, meja kantor, dan lain sebagainya.

Hari ini (4/10) perusahaan mengumumkan perolehan pendanaan tahap pra-awal (pre-seed) dengan nominal yang tidak diungkapkan. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh East Ventures dan Init-6.

Solusi yang ditawarkan oleh Bioma diharapkan bisa mengatasi berbagai masalah dan kesulitan yang dihadapi pelanggan terkait keterbatasan modal, jumlah pemakaian, dan tempat penyimpanan dalam mengelola aset.

Co-Founder & CEO Bioma Arlo Erdaka mengungkapkan, keyakinannya akan misi Bioma dalam memungkinkan dan mengubah bisnis di Indonesia menjadi ringan aset serta menghemat waktu, energi, dan modal untuk mengelola aset fisik. "Solusi kami memungkinkan bisnis untuk fokus pada aspek penting dalam mengalokasikan sumber daya, memberikan kenyamanan, serta harga yang terjangkau," tambahnya.

Partner East Ventures Avina Sugiarto turut menambahkan bahwa saat ini telah terjadi pergeseran perilaku pembelian, akses lebih penting dibandingkan kepemilikan. Bioma hadir sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan antara pemilik aset dan pengguna sehingga membuka jalan untuk pemanfaatan barang yang lebih baik.

"Kami percaya adanya peluang besar di industri ini. Dengan kemauan serta pengalaman yang kuat dari tim Bioma baik di bidang teknologi, produk, dan operasi, kami bersemangat untuk tumbuh bersama Bioma dan mempercepat perpindahan ke pola konsumsi yang semakin sirkular," ungkap Avina.

Perusahaan menegaskan bahwa akan mengalokasikan pendanaan yang diperoleh untuk memperluas layanan mereka, terutama untuk melayani berbagai jenis kebutuhan bisnis para pelanggan. Ke depannya, Bioma akan mengalokasikan dana tersebut untuk menambah sumber daya, terutama pada bidang operasional, produk, dan teknologi, guna memastikan pengalaman pengguna (user experience) yang lebih baik.

Layanan dan produk

Bioma didirikan pada tahun 2022 oleh Arlo Erdaka (CEO), Melvin Juwono (COO), Gideon Yuwono (CPO), Obed Tandadjaja (CTO), serta Marcel Christianis (CGO). Mereka adalah para pakar di industri investasi dan perusahaan teknologi dengan rekam jejak yang terbukti sebagai pendiri startup yang telah diakuisisi.

Ketika itu, mereka menyadari adanya permintaan terhadap cara konsumsi alternatif dalam menggunakan aset fisik. Solusi yang dihadirkan Bioma memberikan fleksibilitas, pilihan, dan kemudahan bagi para pemilik bisnis untuk menyewa dibandingkan untuk membeli barang yang akan dipakai. Di sisi lain, Bioma juga mengatasi kerumitan operasional bisnis dalam memenuhi dan memelihara barang yang mereka beli.

Selain menawarkan penghematan biaya yang ringan aset, solusi ini juga berperan sebagai alternatif ramah lingkungan terhadap pola konsumsi yang tidak berkelanjutan dan memberikan kemungkinan penggunaan kembali satu barang oleh banyak pelanggan. Bioma sendiri akan bertanggung jawab dalam pengelolaan siklus penggunaan barang dengan cara mendaur ulang atau mengubah fungsi suatu barang untuk meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan.

Beberapa contoh kasus dalam  masyarakat adalah, mereka secara terus-menerus membeli barang dengan biaya yang mahal hanya untuk digunakan dalam waktu singkat. Setelah barang dibeli, banyak pelanggan mengalami kesulitan dalam hal operasional yang terkadang rumit, seperti pemeliharaan dan perbaikan barang rusak, dan akhirnya menyebabkan penurunan produktivitas dalam banyak kasus.

Dalam aspek operasional, Bioma juga memberikan kesempatan kepada para brand untuk menjadi sirkular. Dengan menerapkan visi yang sama untuk memungkinkan bisnis ringan aset, lebih dari 90% inventaris yang ditawarkan oleh Bioma dimiliki oleh pihak ketiga seperti brand dan individu melalui model bagi hasil, di mana Bioma bertanggung jawab dalam mengelola operasional secara end-to-end. Hal ini memungkinkan para brand untuk mengembangkan bisnis mereka ke pasar sewa tanpa perlu membangun sistem rantai pasok sewa sendiri.

More Coverage:

Layanan Bioma digunakan oleh para pemilik bisnis di berbagai sektor, mulai dari properti hingga agrikultur, dengan berbagai ukuran bisnis, mulai dari startup hingga korporasi besar. Bioma menawarkan rental marketplace dari berbagai barang fisik yang dapat diakses melalui situs mereka. Bioma terus menemukan semakin banyak kebutuhan bisnis baru yang menunjukkan kemungkinan dan potensi pertumbuhan yang tinggi.

Bioma menawarkan akses penyewaan terhadap aset fisik yang berkualitas mulai dari perangkat elektronik, perabotan, peralatan dapur, serta perlengkapan ibu & bayi. Hingga saat ini, perusahaan telah memiliki beberapa mitra ternama seperti Informa, Pashouses, Mamikos, Transfez, Sekolah.mu, serta lebih dari 20 ribu pengguna.

Venture Partner Init-6 Rexi Christopher menyatakan kepercayaannya pada Bioma dalam memberikan layanan dan solusi penyewaan, tidak hanya untuk pelanggan ritel tetapi juga untuk bisnis. "Tren global secara bertahap bergerak dari arus utama, beli dan buang, ekonomi linier ke ekonomi sirkuler, serta peluang pasar dalam ekonomi sirkular cukup besar dan akan terus berkembang. Terlebih lagi dengan adanya potensi besar dari pemilik usaha yang saat ini berambisi mengubah model bisnis mereka menjadi ringan aset,” ungkapnya

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again