1. Startup

East Ventures Tegaskan Komitmen Investasi pada Startup Tahap Awal

Hingga kuartal I 2023, East Ventures telah memberikan investasi ke 20 startup

Sebagai salah satu venture capital (VC) paling aktif berinvestasi ke startup Indonesia, East Ventures mengaku tidak akan pernah berhenti memberikan dana segar kepada startup terpilih meski di kondisi krisis global saat ini.

Dalam acara temu media, Selasa (9/5), Co-Founder & Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menilai fundamental ekonomi Indonesia sudah baik. Pada kesempatan tersebut, East Ventures menyampaikan pandangan dan prioritas perusahaan. Mulai dari Climate Impact innovation Challange (CIIC) bersama dengan Temasek Foundation, hingga Women with Impact.

East Ventures juga berkomitmen untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan membawa dampak positif kepada masyarakat melalui inisiatif dan praktik yang berlandaskan environmental, social, and governance (ESG).

Fokus investasi tahap awal

Salah satu alasan Willson dan timnya menaruh keyakinan pada startup tahap awal dalam membangun bisnisnya adalah potensi untuk berkembang. Meski saat ini sudah mulai banyak startup yang mencapai profitabilitas, masih banyak juga startup membutuhkan dukungan untuk membangun bisnis.

Saat ini, memang ada beberapa VC yang fokus ke startup yang sudah mencapai profitabilitas sejak awal. Namun, tidak demikian dengan East Ventures. Menurutnya, tekanan tersebut akan membuat pendiri startup lainnya enggan membangun bisnis karena harus memikirkan profit sejak awal.

"Menurut saya, inovasi harus mengambil risiko. Artinya harus melakukan investasi, membangun teknologi, membangun platform, meningkatkan barrier-to-entry, dan pada waktunya akan mendorong startup menuju profitabilitas," kata Willson.

Krisis ekonomi yang terjadi secara global ternyata tidak membuat East Ventures mengurangi investasi mereka ke startup di Indonesia. Willson menilai semakin banyak pendiri startup yang menawarkan solusi dengan skala yang besar. Ia menyebut krisis ekonomi yang terjadi justru akan menyaring perusahaan secara organik. Perusahaan yang baik, bisa mempertahankan bisnisnya, sedangkan perusahaan yang tidak baik, terpaksa menghentikan bisnis mereka.

"Kami tidak akan menghentikan pendanaan. Saat ini ekosistem startup di Indonesia sudah semakin baik karena sudah dibangun sejak sepuluh tahun terakhir," kata Willson.

Sejak didirikan pada 2009, East Ventures telah bertransformasi menjadi sebuah platform holistik yang menyediakan investasi tahap awal hingga tahap lanjutan ke lebih dari 300 perusahaan teknologi di Asia Tenggara.

Hingga kuartal I 2023, sudah ada 20 startup yang didanai oleh East Ventures. Sebesar $6,7 miliar masuk ke dalam kategori investasi lanjutan (follow-on funding). East Ventures juga sudah mengantongi $86 miliar annualized GMV dengan $1 miliar Asset Under Management (AUM). Tercatat sebanyak 90% portofolio mereka telah memiliki margin yang positif.

Kualitas pendiri startup

Disinggung terkait kriteria startup yang akan didanai, Willson menegaskan bahwa ia selalu melihat kualitas dari pendirinya. Dari situ, ia bisa mendapatkan informasi terkait layanan atau produk yang punya potensi untuk berkembang.

"Ketika perusahaan menjadi besar, apakah mereka bisa menjadi pendiri startup yang ideal dan mampu memimpin perusahaan. Kita juga melihat dari produk, pasar, hingga kategori," kata Willson.

Ia menambahkan, East Ventures fokus pada pendiri startup yang dapat menghadirkan solusi terhadap masalah yang besar di kategori yang besar, serta akan menjadi tren yang baru. East Ventures mengklaim telah berinvestasi ke perusahaan terbaik. Saat ini, sebanyak 80% investasi di Growth Fund berasal dari Seed Fund yang sudah mereka miliki.

Sebagai perusahaan ventura yang memiliki keyakinan pada ekosistem startup di Indonesia, East Ventures merupakan investor pertama unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia dan Traveloka. Perusahaan lainnya yang tergabung dalam portofolio East Ventures adalah Ruangguru, SIRCLO, Kudo (diakuisisi oleh Grab), Loket (diakuisisi oleh Gojek), Tech in Asia, Xendit, IDN Media, MokaPOS (diakuisisi oleh Gojek), ShopBack, KoinWorks, Waresix, dan Sociolla.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again