1. Startup

Hypefast PHK 30% Karyawan Demi Kejar Target Profit

Hypefast catatkan pendapatan bersih sebesar $43 juta pada 2022, akuisisi 15 brand sejak pertama kali berdiri di 2020

Startup brand agregator Hypefast mengonfirmasi telah merumahkan 30% karyawan, termasuk kontrak dan tetap dengan posisi yang tumpang tindih. Perusahaan berdalih langkah ini diambil demi mengejar pertumbuhan berkelanjutan, ditandai dengan profitabilitas yang lebih baik dan arus kas yang positif.

Tak hanya itu, Founder & CEO Hypefast Achmad Alkatiri menyampaikan langkah tersebut juga diambil sebagai bentuk respons perusahaan menghadapi beberapa tantangan yang diperkirakan terjadi pada tahun depan, termasuk peningkatan biaya penjualan seperti biaya merchant yang lebih tinggi yang ditetapkan berbagai channel, biaya logistik dan biaya terkait lainnya, serta kondisi makroekonomi.

"Kami telah memperoleh EBITDA yang menguntungkan sejak awal tahun 2022, namun ini adalah upaya kami untuk merespons dan bersiap menghadapi beberapa tantangan yang diperkirakan terjadi tahun depan [..] Tujuannya adalah untuk terus menghasilkan keuntungan dan mencapai arus kas bebas yang positif sambil meningkatkan pendapatan kita," ucap dia dalam keterangan resmi, Rabu (23/8).

Dalam data terakhir yang diungkap perusahaan, tercatat jumlah karyawan Hypefast mencapai lebih dari 350 orang yang tersebar di Asia Tenggara (Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, dan Bangkok). Dengan demikian, diestimasi karyawan terdampak mencapai 105 orang.

Kepada karyawan terdampak, ia memastikan akan terus mendukung mereka dengan penempatan kerja dan peluang karier di masa depan semaksimal mungkin. Berikut benefit yang akan diberikan:

  • Karyawan yang terkena dampak akan menerima pesangon yang sepenuhnya sesuai dengan peraturan Indonesia;
  • Asuransi kesehatan lanjutan untuk seluruh keluarga sampai akhir tahun;
  • Norma ESOP yang dilonggarkan;
  • Dukungan pekerjaan:
    • Daftar Bakat Alumni — Hypefast akan meluncurkan situs web untuk membantu talenta yang terkena dampak menemukan pekerjaan baru. Terdapat halaman profil karyawan, resume, dan contoh pekerjaan yang dapat diakses oleh calon pemberi kerja.
    • Tim Penempatan Alumni — Selama beberapa bulan ke depan, sebagian besar tim perekrutan akan diubah menjadi Tim Penempatan Alumni untuk memberikan dukungan kepada karyawan yang akan berangkat guna membantu mereka menemukan pekerjaan berikutnya.
    • Dukungan Alumni yang Ditawarkan Karyawan — Hypefast juga mendorong semua karyawan yang tersisa untuk ikut serta dalam program ini guna membantu talenta yang keluar menemukan peran mereka selanjutnya.

"Setiap pemberi kerja akan beruntung memiliki para alumni Hypefast karena kualitas, dedikasi, dan anti-kerapuhan mereka yang telah terbukti. Para talenta ini bekerja bersama kami untuk menskalakan dengan cepat sambil membangun bisnis yang menguntungkan, dan kami berkomitmen untuk membantu mereka menemukan pemberi kerja yang ingin memiliki bakat seperti itu," tutup Achmad.

Diklaim, Hypefast mencapai pendapatan bersih sebesar $43 juta pada 2022, tumbuh dari $22 juta pada 2021. Kinerja tersebut dicapai tanpa adanya akuisisi merek baru pada portofolionya, sehingga sebagian besar didorong oleh pertumbuhan organik pada merek-merek utama sekaligus mendiversifikasi kehadiran saluran ritel.

Perusahaan telah berinvestasi untuk lebih dari 15 brand lokal dengan nilai mencapai Rp 434 miliar. Beberapa brand tersebut antara lain, Luxcrime, Roughneck, Bonnels, Soleram, Nyonya Nursing Wear, Adeola Scarf, dan lainnya.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again