Dark
Light

Lantern Ialah Perpustakaan Portable Yang Menerima Data Dari Luar Angkasa

1 min read
February 25, 2015

Internet boleh dibilang merupakan pilar kehidupan masyarakat modern dan tempat penyimpanan beragam informasi. Bisakah Anda bayangkan hidup tanpa internet? Faktanya, hanya 35,5% populasi dunia yang memiliki akses internet, berarti ada 4,3 miliar jiwa berada dalam ‘kegelapan’. Tapi perlu kita tahu, internet bukanlah satu-satunya medium penyampaian ilmu.

Outernet diperkenalkan oleh organisasi non-profit sebagai alternatif internet. Ketika internet tersaji melalui jaringan device yang saling terhubung via TCP/IP, konten Outernet dipancarkan dalam bentuk gelombang radio dari satelit (Galaxy 19 dan Hot Bird), aktif mulai tanggal 11 Agustus 2014. Untuk mengaksesnya, kita membutuhkan alat penerima. Dan itulah alasan mengapa Outernet Inc mengenalkan Lantern.

Lantern adalah sebuah ‘perpustakaan’ portable untuk menerima data secara konstan dari luar angkasa. Ia bertugas mengubah sinyal menjadi file-file digital, contohnya webpage, artikel berita, eBook, video dan musik. Lantern dapat menerima dan menyimpan segala jenis file dalam drive internal. Cara menggunakannya sangat mudah, tinggal aktifkan Wi-Fi hotspot dan koneksikan Lantern ke device ber-Wi-Fi. Jangan lupa siapkan saja app browser.

Device tersebut menerima data gratis selamanya. Cara kerjanya dapat dianalogikan seperti radio FM: Outernet sebagai stasiun radio dan Lanter ialah radionya. Tapi bukannya menara, tim developer memanfaatkan satelit agar menjangkau semua lokasi di Bumi. Dan dengannya, Anda bisa memilah-milih info mana yang ingin disimpan. Sebuah radio gelombang pendek canggih untuk era digital atau versi offline dari internet, itulah Lantern dan Outernet.

Lantern 02

Info menarik: Teknologi Internet Baru Berpotensi Sentuh Kecepatan 3Tbps

Berikan satu unit Lantern pada desa terpencil nan jauh di sana dan penduduknya akan peroleh jendela ilmu pengetahuan serta informasi yang tiada habisnya. Tidak ada persyaratan khusus dalam mengoperasikan Lantern. Bahkan saat tidak ada sumber tenaga, Lantern mampu mengisi ulang daya otomatis dari panel surya build-in. Lantern juga sangat berguna sewaktu bencana alam menerjang, ketika infrastruktur internet rusak dan kita harus tetap mendapatkan informasi.

Bagian terbaik dari Lantern ialah akses gratis selama-lamanya serta tanpa sensor – dimanapun lokasi Anda. Pihak ketiga juga tak bisa lagi mengetahui atau memata-matai apapun yang Anda lakukan, itulah prinsip sang pengembang sejak awal pembuatan Outernet.

Salah satu cara mengumpulkan dana demi merampungkan proyek Outernet adalah dengan menjajakan Lantern di platform crowdfunding. Mereka sudah melewati target stretch ketiga, memungkinkan satelit untuk mengirim 10MB data per hari meliputi seluruh dunia. Jika dana mencapai US$ 1 juta, jumlahnya naik ke 200MB per hari.

Perpustakaan portable Lantern dapat dibeli seharga US$ 170 di Indie Gogo.

Previous Story

The U.S Questioned Indonesia’s Proposed 40% of Local Components Regulation

Next Story

Kompetisi Hackathon Hardware Pertama Digelar 7-8 Maret Mendatang

Latest from Blog

Don't Miss

ASUS ROG Ally Bakal Diluncurkan di Indonesia, Tidak Semahal Pesaingnya

Masih ingat dengan usaha prank yang dilakukan ASUS pada tanggal 1
Startup securities crowdfunding (SCF) FundEx sediakan alternatif pendanaan untuk UKM, telah mengantongi izin usaha dari OJK per 6 September 2021

Startup SCF FundEx Resmi Beroperasi, Incar Bisnis Digital Peroleh Alternatif Pendanaan

FundEx meramaikan jajaran pemain securities crowdfunding (SCF) dalam menyediakan alternatif