1. Startup

Mendekati Profitabilitas, Otoklix Berambisi Pimpin Sektor Aftermarket Otomotif

Tengah mempersiapkan strategi dan layanan untuk menjadi pelopor pertama aftermarket kendaraan listrik di Indonesia

Startup otomotif Otoklix mengumumkan telah mengantongi pertumbuhan pendapatan 2x lipat secara tahunan (YoY) dalam dua tahun terakhir dan kini tengah mendekati profitabilitas.

Untuk memperkuat posisinya sebagai pelopor aftermarket otomotif Indonesia, mereka berencana membuka bengkel sendiri untuk meningkatkan margin dan tengah menjajaki kemitraan B2B dengan korporasi--Telkom salah satunya.

Otoklix juga memasuki kemitraan strategis dengan Pertamina untuk memulihkan kembali jaringan layanan Bright Olimart di stasiun bensin perseroan.

"Pertumbuhan dua digit kami dalam unit ekonomi positif menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang benar. Begitu mendekati keuntungan, kami siap merebut pangsa pasar yang lebih besar dan menetapkan standar industri baru. Ini akan membuat Otoklix menjadi pilihan utama perawatan otomotif di Indonesia," tutur Founder & CEO Otoklix Martin Reyhan Suryohusudo.

Pertumbuhan ini disebut terealisasi lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan utamanya. Otoklix menargetkan dapat mencapai keuntungan dalam satu tahun dengan melihat dari model bisnis dan tingginya permintaan atas layanan mereka di pasar.

Berdiri pada 2019, Otoklix pernah memperoleh pendanaan seri A senilai $10 juta (setara Rp143,5 miliar) yang dipimpin Alpha JWC Ventures dan AC Ventures pada 2021. Investor lain yang ikut berpartisipasi antara lain Surge (Sequoia Capital India), Ex-CEO Astra International Prijono Sugiarto, Co-Founder YouTube dan Google Executives di XA Network Steve Chen.

Platform Otoklix menawarkan proses pemeliharaan kendaraan bagi pemilik kendaraan dengan klaim proses yang lebih mudah, terstandardisasi, dan transparan. Pengguna dapat menemukan bengkel independen yang direkomendasikan di sekitarnya dan menerima jaminan untuk transaksi di lokasi yang bekerja sama dengan Otoklix.

Sementara bagi bengkel, Otoklix menyediakan perangkat lunak manajemen hubungan pelanggan dan rantai pasokan yang dikembangkan untuk dapat meningkatkan pendapatan, margin, dan efisiensi operasional.

Pelopor aftermarket kendaraan listrik

Martin menilai sektor aftermarket otomotif Indonesia terhambat oleh sejumlah tantangan usang. Layanan perbaikan kendaraan di Indonesia terbilang rumit. Dealer resmi menghadapi biaya yang tinggi dan waktu tunggu yang panjang.

Di sisi lain, sektor bengkel independen yang menguasai 80% pasar, mengalami masalah lain seperti risiko penipuan, kurangnya standardisasi, dan pelayanan purnajual yang tidak memuaskan. Bahkan, banyak bengkel independen menggunakan metode manual untuk mengelola transaksi yang dapat menghambat perkembangan dan profitabilitas mereka.

More Coverage:

Namun, ada potensi besar yang belum tergali di sektor ini, misalnya mengembangkan solusi digital untuk mempermudah pemeliharaan kendaraan dan operasional bengkel independen. Sektor aftermarket otomotif Indonesia disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dengan perkiraan nilai mencapai $16 miliar.

Pihaknya menilai pasar Indonesia telah siap mengadopsi inovasi teknologi yang dapat mengatasi permasalahan di sektor otomotif. Untuk itu, Otoklix tengah mempersiapkan sejumlah strategi dan layanan untuk menjadi pelopor pertama di sektor aftermarket kendaraan listrik yang akan segera hadir.

Pihaknya akan mengembangkan AI secara eksklusif untuk mengotomatisasi proses data sehingga dapat meningkatkan efisiensi di bengkel. Selain itu, Otoklix juga akan mendorong kapabilitas tim bengkel untuk melayani sepeda motor listrik. "Rencana kami untuk memegang peran sentral dalam perbaikan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

Application Information Will Show Up Here
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again