1. Startup

Tokocrypto Harap Ekosistem Blockchain di Indonesia Lebih Kompetitif

Pengguna Tokocrypto tembus 3,2 juta orang, dengan 43% pangsa pasar; bidik capai profitabilitas pada akhir tahun ini

Tokocrypto mengharapkan ekosistem blockchain di Indonesia lebih menarik ke depannya, didukung dengan regulasi-regulasi yang tidak membatasi. Selama ini turunan blockchain yang tenar baru kripto, padahal masih banyak potensi lainnya yang belum tergarap.

CEO Tokocrypto Yudhono Rawis menyampaikan, transisi perpindahan regulator kripto dari Bappebti ke OJK diharapkan dapat menstimulasi platform exchange seperti Tokocrypto agar dapat berkolaborasi dengan pemain di bawah regulasi OJK, seperti perbankan, pembayaran, dan asuransi. Transisi ini tengah berlangsung dan diharapkan dapat selesai pada Januari 2025 mendatang.

“Perlu bisnis kolaborasi dengan ekosistem web2. Kami berpandangan mungkin tempatnya [untuk besarkan kripto] bukan di media sosial, tapi dengan user dari bank, e-wallet. Nasabah bank adalah nasabah dengan kualitas terbaik karena mereka telah melalui KYC dan terus dimonitor,” ucap Yudho dalam acara Tokocrypto Crypto Outlook 2024, kemarin (31/1).

Bersamaan dengan itu, ia juga mengharapkan aturan pajak di industri kripto dapat lebih kompetitif agar mampu meningkatkan partisipasi masyarakat agar semakin aktif. Ada tiga skema yang menurutnya bisa diterapkan:

  1. Kembali seperti dulu, yaitu hanya capital gain tax atau pajak atas capital gain.
  2. Merevisi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), sebab menurut UU PPSK, aset kripto bukan termasuk dalam komoditas, tetapi mengarah ke aset keuangan.
  3. Menurunkan sedikit besaran pajak yang saat ini telah berlaku, mengingat industri kripto ini masih baru di Indonesia.

“Pajak itu penting tapi kami melihat industri kripto ini masih balita, ini [besaran pajak] lebih besar dari saham. Apakah ini layak? Baiknya beri kesempatan untuk tumbuh dulu,” tambah Kepala Biro Pembina dan Pengembangan Bappebti Tirta Karma Senjaya.

Sebelumnya, pemerintah resmi mengenakan pajak untuk aset kripto melalui Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 68/PMK.03/2022 yang berlaku sejak 1 Mei 2022. PPN yang dikenakan sebesar 0,11%, sementara PPh sebesar 0,1%.

Selain aturan pajak yang kompetitif, Yudho berharap beberapa aturan lain yang dapat direalisasi oleh regulator, salah satunya adalah aturan terkait produk aset kripto derivatif. Di luar negeri nilai derivatif jauh lebih besar dari spot trading.

“Bisnis yang teregulasi itu adalah pilihan wajib bagi pemain bahwa mereka harus comply biar tidak ada musibah lagi. Sebab sekarang stigmanya masih negatif,” kata Yudho.

Pemanfaatan blockchain di Indonesia sejauh ini masih terpaku pada trading aset kripto yang menyasar ritel sebagai investor. Sementara, di luar negeri pemanfaatnya sudah melebar ke korporasi dan memunculkan tren baru, di antaranya web3 wallet, Real World Asset (RWA), Decentralize Physical Infrastructure (DePin), dan real time konversi ke mata uang fiat.

Bahkan belakangan ini sejumlah negara di Asia berlomba-lomba menjadi pusat kripto di Asia, seperti Vietnam, Jepang, dan Hong Kong. Pemerintah aktif mendorong ekosistem dengan stimulan-stimulan.

Vietnam misalnya, mereka memperbanyak developer blockchain dan proyek kripto. Sedangkan Jepang, makin ramah dengan web3, dengan mendorong pengembangan game berbasis blockchain, pajak yang lebih ramah, dan membuat UU terkait stable coin.

Industri aset kripto

Berdasarkan data Bappebti, sebanyak 18,51 juta investor aset kripto sepanjang tahun lalu, naik 9,8%. Transaksi mencapai Rp149,25 triliun, turun 51,29% dari sebelumnya Rp306,4 triliun. Walau turun di Indonesia, secara global industri ini terus mendapat perkembangan positif. Salah satunya, optimisme terhadap ETF Bitcoin spot dan antisipasi halving Bitcoin.

Total kapitalisasinya naik 108% menjadi Rp13.470 triliun. Mata uang yang paling banyak diperdagangkan adalah Bitcoin (50,2%), sisanya dikuasai Ethereum, USDT, Binance Coin, dan Solana.

Sementara itu, Tokocrypto mencatat pencapaian signifikan, mendominasi sekitar 43% pasar berdasarkan data CoinMarketCap. Sebanyak lebih dari 3,2 juta pengguna dan transaksi harian rata-rata melebihi $30 juta, dengan capaian setahun sebanyak $4 miliar, mencakup lebih dari 380 jenis token dan koin. Diklaim volume ini 30% lebih tinggi dari kompetitor terdekatnya.

Yudho juga menyampaikan bahwa saat ini model bisnis Tokocrypto searah dengan rencananya menuju profitabilitas pada akhir tahun ini. Hal ini bakal didukung lewat pertumbuhan volume transaksi naik tiga kali lipat menjadi $12 miliar dan kenaikan dua kali lipat untuk pengguna jadi 6 juta investor.

“Tim kita sangat lean, hanya 60 orang. Tahun lalu bisnis kita sangat positif, walau kita enggak ada spend budget marketing sama sekali, hanya pakai affiliate.”

Salah satu inisiatif produk yang telah dirilis adalah Easy Buy-Sell and InstanTrade untuk mengakomodasi investor awam yang baru terjun ke trading.

Inisiatif baru untuk TKO

Untuk mendukung inovasi, Tokocrypto melakukan perubahan besar pada Toko Token (TKO), token utilitas asli Tokocrypto yang bertujuan untuk memajukan adopsi teknologi blockchain di Indonesia.

More Coverage:

TKO akan dikelola oleh TKO Foundation, entitas yang independen dan berbeda dengan Tokocrypto. Hal ini akan memastikan kelangsungan TKO dan memberikan utilitas baru yang tidak akan mungkin terjadi, jika TKO hanya menjadi exchange token yang sederhana.

Fokus utama TKO Foundation adalah pada pengembangan token TKO. TKO Foundation telah merilis whitepaper yang memperkenalkan roadmap dan tim manajemen baru dengan tekad untuk mengembangkan proyek aset kripto lokal ini lebih lanjut di masa depan. Kapitalisasi pasar token TKO telah mencapai $52 juta per 1 Januari 2024, menjadikannya token lokal terbesar.

Pemegang TKO tercatat sebanyak 780 ribu investor datang dari Indonesia, kemudian disusul oleh Tiongkok, Turki, Rusia, Vietnam, dan India.

Tokocrypto juga turut mendukung proyek blockchain lokal, yakni resmi listing-nya Creo Engine (CREO). CREO adalah proyek blockchain yang memperkenalkan konsep Play-to-Earn dengan fokus utama pada Real World Assets (RWA). Pemegang token dapat mengakses fitur dan layanan eksklusif dalam ekosistem, seperti akses awal ke dApps dan game baru, diskon, serta hadiah.

Application Information Will Show Up Here
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again