1. Startup

Tokocrypto Rumahkan 20% Karyawan

Ada 45 pegawai yang dirumahkan dari total 227 karyawan; Tokocrypto melakukan antisipasi terhadap gejolak pasar kripto global

Tokocrypto mengatakan telah melakukan PHK terhadap 20% dari total pegawainya atau 45 orang dari total 227 karyawan. Menurut juru bicara perusahaan, langah ini diambil sebagai bentuk adaptasi atas kondisi pasar kripto dan ekonomi global, yang mengharuskan Tokocrypto melakukan penyesuaian strategi bisnis.

Sejak debut di tahun 2018 sebagai platform crypto exchange, penggunaan layanan Tokocrypto diklaim meningkat, dilihat dari sisi jumlah pengguna dan volume perdagangan yang ada di platformnya. Pun demikian di sisi bisnis, ada tren pertumbuhan revenue positif yang berhasil dibukukan perusahaan.

Untuk mengakselerasi bisnisnya, tahun 2020 lalu mereka juga mendapatkan dukungan pendanaan dari perusahaan kripto global Binance.

More Coverage:

Potensi dan Tantangan Game Blockchain di Indonesia

Di tengah dinamika global yang terjadi terhadap sektor kripto, akhirnya manajemen memilik untuk melakukan efisiensi dan mengatur kembali fokus bisnis. Ini didasarkan pada prediksi dan analisis yang dilakukan dengan menempatkan variabel internal dan eksternal.

Dikutip Tirto, pihak Tokocrypto mengatakan, "Tokocrypto telah menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan ekosistem industri kripto, karena itu harus mampu beradaptasi cepat dengan perubahan. Langkah internal yang diambil adalah mentransfer beberapa karyawan kepada bisnis unit yang telah menjadi entitas berbeda yaitu T-Hub dan TokoMall, penyesuaian jumlah karyawan sekitar 20% dari 227 karyawan dengan pertimbangan perubahan fokus bisnis, serta memberikan rekomendasi karyawan kepada perusahaan-perusahaan web3 dan blockchain yang selama ini telah menjadi partner kami."

Miliki ekosistem yang lengkap

Ekosistem layanan Tokocrypto di luar exchange

More Coverage:

Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

Tidak dimungkiri, sepak terjang Tokocrypto di dunia blockchain dan web3 lokal cukup signifikan. Selain sebagai exchange, mereka juga memiliki sejumlah platform pendukung yang ditujukan untuk membangun ekosistem.

Bersama dengan investornya, yakni Binance, mereka memperkenalkan token TKO yang diutilisasi untuk CeFi, DeFi, dan NFT. Saat ini TKO menjadi salah satu token lokal yang paling banyak diperdagangkan di buCrsa dengan kapitalisasi pasar [dinamis] saat ini melebihi 400 miliar Rupiah.

Mereka juga punya TokoMall sebagai sebuah marketplace NFT lokal. Tidak hanya itu, untuk mengembangkan ekosistem web3 program akselerator TokoLaunchpad juga dijalankan. Bahkan Tokocrypto juga berinvestasi ke sejumlah portofolionya.

Saat ini pasar kripto memang tengah mengalami dinamika yang cukup kencang. Di lokal pun juga terasa, termasuk salah satunya regulator (Bappebti) yang tengah melakukan moratorium perizinan terhadap exchange baru. Akibatnya, sejumlah platform yang tidak terdaftar seperti Binance, Crypto.com, Coinbase dll situsnya mendapatkan pemblokiran dari Kominfo.

More Coverage:

Startup Pedagang Aset Kripto “Reku” Terima Pendanaan Seri A 163 Miliar Rupiah Dipimpin AC Ventures

Dalam waktu dekat, Kementerian Perdagangan juga berencana mengeluarkan beleid baru terkait pengelolaan crypto exchange di Indonesia. Pemerintah berkaca pada kasus yang ada di pasar global, termasuk isu yang baru-baru ini menimpa Zipmex.

Application Information Will Show Up Here
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again